Minggu, 31 Mei 2009

Chris Langsung Inisiatif Menyerang

JAKARTA - Chris John punya memori buruk saat tampil perdana di Amerika Serikat (AS) kontra Ricardo 'Rocky' Juarez. Namun, pengalaman itu sepertinya tak akan mengganggu petinju berjuluk The Dragon itu saat menjalani pertarungan ulang mereka di Los Angeles, AS, 27 Juni 2009.

Petinju asal Banjarnegara, Jawa Tengah, itu sempat ogah menuruti keinginan promotor Golden Boys tarung ulang di Houston, AS. Alasannya, pertarungan pertama tidak meninggalkan kesan sama sekali.

Bersama sang pelatih Craig Christian, ia bersikeras agar pertandingan dilangsungkan di negara bagian AS lain. Bersyukur keinginan Chris terealisasi usai pemerintah Indonesia sanggup memenuhi persyaratan Golden Boys, yakni membeli 5.000 tiket jika ingin pertandingan keduanya dilangsungkan di LA.

Kondisi itu membuat Chris makin mantap mempertahankan gelar kelas bulu (57,1 kg) versi WBA miliknya. Suami Anna Maria Megawati itu pun sudah mempelajari apa yang harus dilakukannya. 

"Rocky sudah dapat disejajarkan dengan petinju terbaik dunia lainnya, apalagi dia sudah matang di tingkat amatir. Kecepatan pukulan kirinya pun tak boleh dianggap remeh," kata Chris.

Chris mengakui bahwa gaya kidal petinju Houston, AS, itu sempat membuatnya terdesak di ronde terakhir dalam duel pertama mereka. Pelajaran penting itu yang akan menjadi perhatiannya agar tak kembali terulang.

Teknik kecepatan pukulan dan langsung mengambil inisiatif serangan akan menjadi strateginya di rematch kali ini. Instruksi itu pula yang telah diberikan Craig selama persiapan di Perth, Australia.

"Kami telah membahas kekurangan di pertandingan pertama lalu. Ternyata, saya dinilai pelatih kurang gereget melakukan serangan. Saya berharap strategi itu akan berjalan sesuai rencana," ungkapnya(Edi Yulianto/Koran SI/dnl)

Stoner Rajai Mugello

MUGELLO - Casey Stoner berhasil mematahkan dominasi Valentino Rossi pada ajang GP Italia di Sirkuit Mugello, Minggu (31/5/2009). Performa apik pembalap Ducati Marlboro itu di lap-lap akhir lomba membuat Stoner berhak menjadi raja di Mugello.

Start dimulai dengan kondisi lintasan cukup basah. Stoner yang memulai start di posisi dua berhasil memimpin jalannya lomba. Pembalap Rizla Suzuki Chris Vermeulen dan Andrea Dovizioso (Repsol Honda) menguntit di belakang Stoner, sementara The Doctor terpaku di posisi empat. Namun, kejayaan Stoner memimpin lomba hanya bertahan beberapa lap. Pasalnya, pada lap keempat Dovi berhasil mengambil alih posisi Stoner dan memimpin jalannya lomba.

Tak ingin malu dihadapan pendukungnya, Rossi yang tercatat sebagai pembalap tercepat berhasil menunjukkan kepiawaiannya dengan melewati satu-persatu pembalap didepannya seperti Vermeulen dan Stoner sebelum akhirnya menyisihkan juniornya Dovizioso untuk mengambil alih pimpinan lomba di lap ke-16.

Sayang, belum sempat jauh meninggalkan lawan-lawannya, Rossi berhasil dilewati Marco Melandri sebelum akhirnya memutuskan ganti ban dengan ban kering. Keputusan Rossi masuk pit membuat posisinya pun melorot ke urutan ketiga, dibelakang Dovizioso dan Melandri yang berada di posisi satu-dua, pada lap ke-13.

Memasuki lap ke-11, kejadian nahas kembali menimpa pembalap Repsol Honda, Dani Pedrosa. Sebelum memasuki sebuah tikungan, Rider asal Spanyol itu terlihat tak mampu mengendalikan motornya hingga akhirnya terseret ke gravel bersama dengan motornya.

Kembali ke lomba. Memasuki lap ke-10, Stoner yang tampil cukup konsisten berhasil mengambil alih pimpinan lomba dari Dovizioso, diikuti pembalap veteran Rizla Suzuki Loris Capirossi yang menempel ketat Stoner di posisi dua. Di lap ke-8, Capirex berhasil mendahului Stoner dan memimpin jalannya lomba.

Di sisa lima lap terakhir, suasana lomba makin memanas, dimana Stoner kembali berhasil mengambil alih pimpinan lomba dari Capirossi di posisi dua. Dua rival utama Stoner, Lorenzo dan Rossi mengancam di posisi tiga dan empat, atau berada di belakang Capirex.

Pada lap terakhir, Stoner nampak semakin jauh meninggalkan para pesaingnya dan berhasil finish di posisi pertama. Lorenzo dan Rossi yang sedianya berada di urutan tiga dan empat pun berhasil melewati Capirex dan mengakhiri lomba di posisi dua dan tiga. Posisi empat ditempati Andrea Dovizioso, diikuti Capirossi di tempat kelima. Rekan setim Stoner, Nicky Hayden yang memulai lomba di grid terbelakang harus puas mengakhiri lomba di posisi 12.

Dengan kemenangan ini, maka Stoner untuk sementara berhasil memimpin daftar klasemen pembalap dengan perolehan poin 90 poin, atau unggul 4 angka dari Lorenzo di posisi dua (86). Rossi yang gagal melanjutkan tradisi tujuh kali menang di Mugello harus puas berada di peringkat tiga dengan koleksi 81 poin.

Di kelas 250cc yang disiarkan sebelum MotoGP, pembalap tuan rumah Mattia Passini sukses tampil sebagai pemenang setelah memanfaatkan insiden senggolan yang melibatkan dua kandidat juara Marco Simoncelli dan Alvaro Bautista, yang harus puas duduk di posisi dua dan tiga. Meski hanya finish di posisi tiga, namun Bautista tetap berhak memimpin klasemen sementara dengan koleksi 83 poin, diikuti Hiroshi Aoyama dan Simoncelli di tempat kedua dan tiga dengan perolehan 76 dan 61 poin.

Hasil lengkap GP Italia di Sirkuit Mugello, Minggu (31/5/2009):

Pos. Pem. Tim. Wak.
1. Casey Stoner (Ducati) 45:41.894
2. Jorge Lorenzo (Yamaha) 45:42.895
3. Valentino Rossi (Yamaha) 45:43.970
4. Andrea Dovizioso (Honda HRC) 45:44.023
5. Loris Capirossi (Rizla Suzuki) 45:45.168
6. Colin Edwards (Yamaha Tech3) 46:06.345
7. James Toseland (Yamaha Tech3) 46:07.515
8. Randy De Puniet (Honda LCR) 46:07.940
9. Niccolo Canepa (Ducati Pramac) 46:13.709
10. Chris Vermeulen (Suzuki MotoGP) 46:16.708
11. Marco Melandri (Kawasaki Hayate) 46:16.984
12. Nicky Hayden (Ducati) 46:21.016
13. Mika Kallio (Ducati Pramac) 46:34.356
14. Antonio Elias (Honda Gresini) 46:34.374  
15. Alex De Angelis (Honda Gresini) 47:03.967
16. Dani Pedrosa (Honda HRC) Out

Lorenzo-Rossi yang sulit dikalahkan

MUGELLO - Pembalap Fiat Yamaha Jorge Lorenzo memang akan tampil di grid terdepan pada seri GP Italia, Minggu (31/5/2009). Namun pembalap muda Spanyol itu menilai, rekan setimnya Valentino Rossi akan menjadi saingan terberatnya di Sirkuit Mugello.

Seperti diketahui, pada sesi kualifikasi terakhir, Lorenzo memang berhasil tampil sebagai yang tercepat dan akan memimpin jalannya lomba. Mantan juara dunia di kelas 250cc itu sukses mengungguli dua rival utamanya Casey Stoner (Ducati Marlboro) yang menampati posisi dua dan Rossi yang hanya mampu start di grid kedua (posisi empat), di belakang pembalap veteran Rizla Suzuki, Loris Capirossi.

Menanggapi keberhasilannya itu, wajar jika Lorenzo mengaku senang. Namun, dibalik kesenangan itu, juara di Le Mans pekan lalu itu masih menyimpan kecemasan. Lorenzo menilai dirinya akan sulit meraih podium pertama dan mengalahkan Rossi yang notabene merupakan pembalap tuan rumah.

"Sudah jelas, Rossi memiliki langkah yang bagus di sini (Mugello-red). Kami dapat melihanya melalui catatan waktu yang ditorehkannya. Rossi berhasil mencatat waktu tercepat yang sama dengan kami," ujar Lorenzo seperti dikutip BBC, Minggu (31/5/2009).

"Akan tetapi, kami juga memiliki catatan yang bagus di sini. Saya yakin, kami mampu bersaing dengannya (Rossi)," tambahnya.

"Bagaimanapun, senang rasanya bisa mengambil pole position di sini (GP Italia). Sebab, pembalap-pembalap asal Italia, tampil sangat cepat di sini. Saya pikir, sore ini akan tersaji balapan yang menarik - Mungkin, tiga pembalap akan bersaing untuk bisa jadi juara dan saya       harap, saya bisa menjadi salah satu diantara mereka," ungkap 22 tahun itu.

Kekhawatiran Lorenzo terhadap ancaman Rossi memang cukup beralasan. Pasalnya, The Doctor memang memiliki rekor gemilang ketika tampil di Mugello. Rossi sukses tampil sebagai pemenang dalam tujuh seri terakhir MotoGP di Mugello. Tak hanya itu, seluruh penonton juga pastinya akan memberikan dukungan penuhnya kepada pembalap pujaannya tersebut.